Syamsu Rahim Mengaku Kecewa dengan Anggotanya
Senin, 09 Augustus 2010 09:32
Solok, SitinjauNews) – Pembina Ikatan Alumni Pendidikan Ilmu Kepemerintahan (Ikadik) Kabupaten Solok, Syamsu Rahim, mengaku kecewa dengan anggotanya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 30 Juni kemarin.
“Tidak hanya mendukung pasangan calon Bupati Solok yang lain, mereka juga ikut menyebarkan isu kalau saya adalah seorang penganut ajaran sesat,” katanya.
Meski demikian, katanya, Allah tetap menunjukkan kekuasaan-Nya dengan terpilihnya ia sebagai Bupati Solok dengan memperoleh dukungan
sekitar 74.000 suara dari masyarakat Kabupaten Solok.
Ia mengatakan mengetahui pejabat tamatan salah satu sekolah pemerintahan yang menyebar isu ajaran sesat berkat imformasi dari masyarakat.
“Seperti contoh di Masjid Raya Nagari Sulit Air Kecamatan X Koto Diateh. Pejabat di Pemkab Solok yang merupakan pendukung pasangan calon lain menyebarkan surat kabar yang memberitakan kalau saya seorang penganut ajaran sesat,” tuturnya.
Karena itu ia mengaku sangat kecewa dengan anggota Ikadik yang ada di Kabupaten Solok.
Kedepan katanya, perpecahan yang terjadi di kubu Ikadik harus dibina lagi. Ikadik harus dibentuk sebagai organisasi yang profesional, kompak supaya apa yang di rencanakan dapat diwujudkan secara bersama. (0003/antara/fil/wij)
Share Link:
Senin, 09 Augustus 2010 09:32
Solok, SitinjauNews) – Pembina Ikatan Alumni Pendidikan Ilmu Kepemerintahan (Ikadik) Kabupaten Solok, Syamsu Rahim, mengaku kecewa dengan anggotanya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 30 Juni kemarin.
“Tidak hanya mendukung pasangan calon Bupati Solok yang lain, mereka juga ikut menyebarkan isu kalau saya adalah seorang penganut ajaran sesat,” katanya.
Meski demikian, katanya, Allah tetap menunjukkan kekuasaan-Nya dengan terpilihnya ia sebagai Bupati Solok dengan memperoleh dukungan
sekitar 74.000 suara dari masyarakat Kabupaten Solok.
Ia mengatakan mengetahui pejabat tamatan salah satu sekolah pemerintahan yang menyebar isu ajaran sesat berkat imformasi dari masyarakat.
“Seperti contoh di Masjid Raya Nagari Sulit Air Kecamatan X Koto Diateh. Pejabat di Pemkab Solok yang merupakan pendukung pasangan calon lain menyebarkan surat kabar yang memberitakan kalau saya seorang penganut ajaran sesat,” tuturnya.
Karena itu ia mengaku sangat kecewa dengan anggota Ikadik yang ada di Kabupaten Solok.
Kedepan katanya, perpecahan yang terjadi di kubu Ikadik harus dibina lagi. Ikadik harus dibentuk sebagai organisasi yang profesional, kompak supaya apa yang di rencanakan dapat diwujudkan secara bersama. (0003/antara/fil/wij)
Share Link:
Tags:
Berita Solok